Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Makna Hari Tilem Diyakini Sebagai Satu Hari Suci Dan Sakral Bagi Masyarakat Hindu Di Bali

Makna Hari Tilem Diyakini Sebagai Satu Hari Suci Dan Sakral Bagi Masyarakat Hindu Di Bali

sumber foto google hanya ilustrasi

Tilem sendiri diyakini merupakan satu diantara hari suci dan sakral di Bali. Umat Hindu biasanya melakukan persembahyangan saat Tilem ini.

Dalam kitab Sundarigama, diyakini Tilem sebagai waktu sakral karena merupakan waktu peralihan dari paroh gelap dan awal dari paroh terang. Pada saat Tilem, diyakini Dewa Matahari beryoga. Biasanya dalam Hindu dikenal dengan sebutan Bhatara Surya.

Dalam lontar disebutkan, bahwa saat Tilem ini merupakan waktu yang baik untuk melebur segala bentuk noda. Melebur kotoran, kepapaan, penderitaan dan bencana yang menimpa diri manusia.

Sehingga banyak yang malukat saat ini. Baik malukat ke pantai, campuhan, sungai, hingga ke pura-pura. Sehingga memperoleh keheningan pikiran dan kesehatan lahir batin.

Disebutkan bahwa malam gelap atau Tilem, berkaitan dengan malam penuh duka setelah pertempuran dahsyat. Kisah ini salah satunya dari Panca Pandawa.

Dikisahkan bahwa Pandawa meninggalkan perkemahan mereka untuk mencari penyucian, dengan mengunjungi tempat-tempat keramat. Sekitar pukul tiga dini hari, terjadi pertanda tidak baik.

Dan tidak lama kemudian seorang bintara datang membawa berita duka tentang anak-anak laki-laki Pandawa.

Atau Sang Panca Kumara beserta saudara laki-lakinya. Yang ditinggalkannya di perkemahan dan meninggal dunia.

Sehingga malam gelap itu, menjadi malam penuh duka dan maut. Kisah peristiwa dalam Kakawin Bharatayudha ini, membuat Tilem merupakan waktu sakral dan sekaligus rawan.

Karena itu saat Tilem, umat Hindu diharapkan melakukan persembahyangan di sanggah, pura, atau di atas tempat tidur. Dengan mempersembahkan sesajen berupa sasayut widyadhari.

Kemudian melakukan yoga pada malam hari. Ada kemungkinan sasayut widyadhari ini, merupakan simbol pengetahuan, keahlian atau simbol widya.

Dalam Alih Aksara Alih Bahasa dan Kajian Lontar Sundarigama dijelaskan makna sembahyang saat Tilem adalah untuk memohon pengetahuan dan ketrampilan dalam segala pekerjaan.

Disamping sebagai wujud peruwatan kepapaan, noda, kegelapan dan segala penderitaan

sumber. trubun bali


Post a Comment for "Makna Hari Tilem Diyakini Sebagai Satu Hari Suci Dan Sakral Bagi Masyarakat Hindu Di Bali"